Teknologi Informasi adalah suatu alat yang berguna untuk menolong manusia memcahkan masalah atau membantu pekerjaan,yang hasilnya akan berupa suatu informasi tertentu. Teknologi Informasi erat kaitannya dengan komputer. Hal tersebut dikarenakan dunia teknologi informasi tidak dapat berdiri tanpa adanya komputer atau yang berupa hardware,software,maupun network.Teknologi saat ini juga banyak sekali digunakan,dalam dunia di bidang apapun. Hampir semua orang di dunia pun bisa menggunakan teknologi informasi tersebut. Contoh sederhananya adalah dengan penggunaan komputer di warnet(warung Internet,anak SD saja bisa menggunakan komputer untuk browsing dan bermain game on-line.
Contoh Input Device
Input device merupakan alat yang berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam komputer. Contohnya adalah mouse. Mouse yang sekarang banyak dipakai adalah mouse optical. Hal tersebut,karena mouse memiliki banyak kelebihan,diantaranya harga nya yang realatif murah,dan penggunaannya yang lebih simple. berikut akan dijelaskan tentang cara kerja Mouse optical.
Ketika mouse terhubung dengan komputer, lampu LED merah mulai bersinar. Cahayanya fokus pada permukaan bawah mouse dengan lebih dulu melewati lensa tipe khusus (HDNS-2100). Cahaya LED terpantul kembali ke kamera yang terintegrasi dengan Sensor Optical Mouse. Kamera mengambil gambar dari permukaan dengan frekuensi di kisaran 1500 - 6000 gambar per detik untuk menghitung posisi mouse. Gambar-gambar ini diproses oleh Processor Digital Signal dan hasil koordinatnya dikirim ke IC A2611D melalui transmisi data serial.
Kemudian, IC (A2611D) lainnya akan mengambil input serial dari sensor gambar dan tombol mouse, yang seterusnya dikonversi ke protokol USB dan mengirimkannya ke PC. Driver dari mouse yang terpasang pada komputer menerima koordinat dan menghasilkan gerakan kursor yang sesuai.
Contoh Output Device
Output device adalah alat yang berfungsi untuk menyajikan atau menampilkan data yang telah diolah dalam bentuk informasi. salah satu contoh dari output device,adalah speaker. Speaker berfungsi menyajikan data yang tealh diolah dalam bentuk suara. Adapun penjelasan dan cara kerjanya sebagai berikut.
Pada dasarnya, speaker merupakan mesin penerjemah akhir. Speaker membawa sinyal elektrik dan mengubahnya kembali menjadi getaran untuk membuat gelombang suara. Speaker menghasilkan getaran yang hampir sama dengan getaran yang dihasilkan oleh mikrofon yang direkam dan dikodekan pada tape, CD, LP, dan lain-lain. Speaker tradisional melakukan proses ini dengan menggunakan satu drivers atau lebih. Sebuah drivers memproduksi gelombang suara dengan menggetarkan cone yang fleksibel atau diafragma secara cepat. Cone tersebut biasanya terbuat dari kertas, plastik ataupun logam, yang berdempetan pada ujung yang lebih besar pada suspension. Suspension atau surround, merupakan ratusan material yang fleksibel yang menggerakkan cone, dan mengenai bingkai logam pada drivers, yang disebut basket. Ujung panah pada cone berfungsi menghubungkan cone ke voice coil. Coil tersebut didempetkan pada basket oleh spider, yang merupakan sebuah cincin dari material yang fleksibel. Spider menahan coil pada posisinya sambil mendorongnya bergerak kembali dengan bebas dan begitu seterusnya.
Proses speaker coil bergerak, kembali ke posisi semula dan seterusnya adalah elektromagnet diposisikan pada suatu bidang magnet yang konstan yang diciptakan oleh sebuah magnet permanen. Kedua magnet tersebut, yaitu elektromagnet dan magnet permanen, berinteraksi satu sama lain seperti dua magnet yang berhubungan pada umumnya. Kutub positif pada elektromagnet tertarik oleh kutub negatif pada bidang magnet permanen dan kutub negatif pada elektromagnet ditolak oleh kutub negatif magnet permanen. Ketika orientasi kutub elektromagnet bertukar, bertukar pula arah dan gaya tarik-menariknya. Dengan cara seperti ini, arus bolak-balik secara konstan membalikkan dorongan magnet antara voice coil dan magnet permanen. Proses inilah yang mendorong coil kembali dan begitu seterusnya dengan cepat. Sewaktu coil bergerak, ia mendorong dan menarik speaker cone. Hal tersebut menggetarkan udara di depan speaker, membentuk gelombang suara. Sinyal audio elektrik juga dapat diinterpretasikan sebagai sebuah gelombang. Frekuensi dan amplitudo dari gelombang ini, yang merepresentasikan gelombang suara asli, mendikte tingkat dan jarak pergerakan voice coil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa frekuensi dan amplitudo dari gelombang suara diproduksi oleh diafragma.